(Jakarta, 29052026) – Keberhasilan pengoperasian suatu fasilitas yang menggunakan sumber radioaktif aktivitas tinggi tidak hanya ditentukan oleh kinerja peralatan, tetapi juga oleh efektivitas sistem keselamatan radiasi yang melindungi pekerja, masyarakat, dan lingkungan. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam pelaksanaan tes komisioning sumber radioaktif Cobalt-60 (Co-60) Kategori I di fasilitas milik Badan Standardisasi Nasional (BSN), yang didukung oleh PT. RadPro Energi Mandiri.
Pada tahap komisioning, berbagai pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh sistem proteksi radiasi bekerja sesuai desain. Salah satu aspek terpenting adalah verifikasi laju dosis radiasi di area fasilitas ketika sumber Co-60 ditempatkan pada kondisi operasional pengujian. Hasil pengukuran ini menjadi dasar untuk memastikan bahwa perisai radiasi, sistem interlock, serta mekanisme pengamanan lainnya mampu memberikan perlindungan yang optimal.
Sumber Co-60 Kategori I termasuk dalam kategori sumber radioaktif dengan tingkat aktivitas sangat tinggi yang penggunaannya memerlukan pengawasan dan pengendalian ketat. Oleh karena itu, setiap tahapan komisioning harus dilakukan secara sistematis dengan melibatkan tenaga ahli proteksi radiasi dan peralatan ukur yang telah terkalibrasi.
Dalam kegiatan tersebut, PT. RadPro Energi Mandiri melaksanakan serangkaian survei radiasi untuk memetakan distribusi laju dosis di berbagai titik strategis fasilitas. Pengukuran dilakukan pada area operasi, jalur akses personel, ruang kendali, serta area di luar perisai radiasi guna memastikan tidak terdapat paparan yang melebihi batas desain keselamatan.
Direktur Utama PT. RadPro Energi Mandiri, Suroyo, menjelaskan bahwa komisioning merupakan tahap penting sebelum suatu fasilitas sumber radioaktif aktivitas tinggi dapat digunakan secara rutin.
“Melalui pengukuran laju dosis dan pengujian sistem keselamatan, kami memastikan bahwa seluruh lapisan proteksi berfungsi sebagaimana mestinya. Tujuannya bukan hanya memenuhi persyaratan regulasi, tetapi juga membangun budaya keselamatan yang kuat dalam pengoperasian fasilitas,” ujar Suroyo.
Selain pengukuran laju dosis, kegiatan komisioning juga mencakup pengujian fungsi sistem source in–source out, verifikasi kinerja interlock keselamatan, pemeriksaan sistem alarm radiasi, serta simulasi kondisi operasi dan kedaruratan. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan seluruh sistem dapat merespons dengan baik terhadap berbagai kondisi yang mungkin terjadi selama pengoperasian fasilitas.
Keterlibatan PT. RadPro Energi Mandiri dalam kegiatan ini menunjukkan peran penting perusahaan nasional dalam mendukung penerapan keselamatan radiasi di Indonesia. Dengan pengalaman dalam pengelolaan sumber radioaktif aktivitas tinggi, proteksi radiasi, pengangkutan sumber radioaktif, hingga layanan komisioning fasilitas, PT. RadPro Energi Mandiri terus berkomitmen membantu pengguna tenaga nuklir menerapkan standar keselamatan dan keamanan terbaik sesuai peraturan yang berlaku.
Melalui pengujian yang komprehensif dan pengukuran yang akurat, tes komisioning sumber Co-60 Kategori I di BSN menjadi bukti bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap tahapan pemanfaatan teknologi nuklir untuk mendukung kebutuhan industri, penelitian, dan pengembangan nasional. (yy)





