(Jakarta, 06022026) – PT. RadPro Energi Mandiri melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Riset dan Inovasi, serta Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi Teknologi Nuklir dan Radiasi sekaligus Perjanjian Kerja Sama Lisensi Radiation Portal Monitor (RPM) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka memperkuat perannya dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir dan radiasi secara nasional. Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian acara BRIN Goes to Industry: Akselerasi Hilirisasi Riset Menuju Kemandirian Industri Strategis Nasional, yang berlangsung di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis siang kemarin.
Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, dan Direktur PT. RadPro Energi Mandiri, Suroyo, menjadi landasan kerja sama strategis dalam riset dan inovasi serta pemanfaatan hasil riset dan inovasi di bidang teknologi nuklir dan radiasi. Kerja sama ini bertujuan untuk menyinergikan sumber daya dan kompetensi PARA PIHAK guna mendukung penguatan kemandirian industri strategis nasional.
Ruang lingkup Nota Kesepahaman meliputi penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, serta invensi dan inovasi di bidang pengelolaan limbah radioaktif, proteksi radiasi, dan teknologi monitor radiasi, pemanfaatan hasil riset dan inovasi, pemanfaatan bersama sarana dan prasarana, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Nota Kesepahaman ini berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan PARA PIHAK.
Selain MoU, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Lisensi Radiation Portal Monitor (RPM) yang menandai PT. RadPro Energi Mandiri sebagai pemegang lisensi teknologi RPM di Indonesia. Teknologi RPM merupakan sistem deteksi radiasi untuk kendaraan dan peti kemas yang berperan penting dalam penguatan keselamatan, keamanan nuklir, serta pengawasan pergerakan material radioaktif dan nuklir di pelabuhan, kawasan industri, dan fasilitas strategis nasional.
Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa hilirisasi riset menjadi agenda prioritas BRIN agar riset tidak berhenti pada publikasi atau prototipe, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.
“BRIN mendorong agar riset dan inovasi dapat menjawab kebutuhan industri dan berkontribusi langsung pada penguatan kemandirian industri strategis nasional. Kolaborasi dengan industri menjadi kunci utama,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, menekankan peran BRIN sebagai jembatan antara kapasitas riset nasional dan kebutuhan industri, termasuk melalui skema lisensi teknologi dan pemanfaatan hasil riset yang siap dikomersialisasikan.
Pada kesempatan tersebut, Plt. Kepala BAPETEN, Zainal Arifin, menyoroti pentingnya sinergi antara regulator, lembaga riset, dan industri agar inovasi teknologi strategis dapat diterapkan secara aman, selamat, dan sesuai dengan ketentuan regulasi.
Direktur PT. RadPro Energi Mandiri, Suroyo, menyatakan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman dan lisensi RPM merupakan langkah strategis perusahaan dalam mendukung program hilirisasi riset nasional.
“Nota Kesepahaman ini menjadi fondasi kerja sama jangka panjang dengan BRIN dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir dan radiasi. Sementara lisensi Radiation Portal Monitor merupakan bentuk kepercayaan BRIN kepada PT. RadPro Energi Mandiri untuk mengimplementasikan hasil riset nasional dalam mendukung keselamatan, keamanan, dan kepatuhan regulasi, khususnya untuk deteksi radiasi pada kendaraan dan peti kemas,” ujar Suroyo.
Ia menambahkan bahwa PT. RadPro Energi Mandiri berkomitmen untuk mendorong pemanfaatan teknologi hasil riset BRIN secara luas serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan kemandirian industri strategis nasional di bidang keselamatan dan keamanan nuklir.
Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Lisensi ini, BRIN dan PT. RadPro Energi Mandiri diharapkan dapat menghasilkan kolaborasi riset yang aplikatif, mempercepat hilirisasi teknologi, serta meningkatkan daya saing industri Indonesia di tingkat nasional maupun global. (yy)





