(Jakarta, 08062026) – Meningkatnya pemanfaatan radiofarmaka dalam pelayanan kedokteran nuklir di rumah sakit menuntut tersedianya sistem pengelolaan limbah radioaktif yang aman, efektif, dan sesuai regulasi. Salah satu fasilitas penting yang wajib tersedia adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Radioaktif, yang berfungsi mengelola limbah cair radioaktif sebelum dilepas ke lingkungan sesuai persyaratan keselamatan radiasi.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT. RadPro Energi Mandiri membuka layanan konsultasi, desain, fabrikasi, pemasangan, hingga komisioning IPAL Radioaktif untuk rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, pusat kanker, klinik PET/ SPECT CT, dan fasilitas kedokteran nuklir di seluruh Indonesia.
Seiring berkembangnya penggunaan radioisotop seperti Iodium-131 (I-131), Technetium-99m (Tc-99m), Fluorine-18 (F-18), Lutetium-177 (Lu-177), dan radionuklida medis lainnya, volume limbah radioaktif cair yang dihasilkan juga meningkat. Limbah tersebut tidak dapat langsung dibuang ke lingkungan, melainkan harus melalui proses penampungan dan peluruhan radioaktif (decay storage) hingga memenuhi baku pelepasan yang dipersyaratkan.
PT. RadPro Energi Mandiri menyediakan solusi IPAL Radioaktif yang dirancang secara khusus berdasarkan jenis layanan kedokteran nuklir, jumlah pasien, jenis radiofarmaka yang digunakan, serta kapasitas limbah yang dihasilkan setiap hari. Setiap desain mempertimbangkan aspek keselamatan radiasi, keselamatan kerja, kemudahan operasi, dan efisiensi biaya operasional jangka panjang.
Direktur Utama PT. RadPro Energi Mandiri, Suroyo, menjelaskan bahwa sistem IPAL Radioaktif tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pengolahan limbah, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem keselamatan rumah sakit.
"Setiap fasilitas kedokteran nuklir memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu desain IPAL Radioaktif harus disesuaikan dengan jenis radionuklida yang digunakan, kapasitas layanan pasien, dan persyaratan regulator agar dapat beroperasi secara aman dan berkelanjutan," ujarnya.
Layanan yang disediakan PT. RadPro Energi Mandiri meliputi:
- Studi kelayakan dan survei lokasi.
- Perencanaan teknis dan desain IPAL Radioaktif.
- Perhitungan kapasitas tangki peluruhan (decay tank).
- Desain sistem perpipaan limbah radioaktif.
- Perancangan sistem pemantauan radiasi dan sampling.
- Fabrikasi tangki radioaktif berbahan stainless steel.
- Pemasangan dan integrasi dengan sistem rumah sakit.
- Uji fungsi, komisioning, dan pendampingan operasional.
- Penyusunan dokumen teknis untuk proses perizinan.
Sistem yang dirancang umumnya menggunakan prinsip penundaan pelepasan (delay and decay), yaitu menampung limbah cair radioaktif dalam tangki khusus hingga aktivitas radionuklidanya menurun melalui proses peluruhan alami. Setelah aktivitas radioaktif berada di bawah batas yang ditetapkan, limbah dapat diproses lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, desain dan pembangunan IPAL Radioaktif mengacu pada berbagai ketentuan nasional yang berlaku, termasuk regulasi keselamatan radiasi, pengelolaan limbah radioaktif, dan persyaratan pelepasan zat radioaktif ke lingkungan. Selain memenuhi aspek teknis, perusahaan juga membantu rumah sakit menyiapkan dokumentasi yang diperlukan untuk mendukung proses perizinan fasilitas.
Dengan dukungan tenaga ahli di bidang teknik nuklir, proteksi radiasi, pengelolaan limbah radioaktif, dan rekayasa fasilitas, PT. RadPro Energi Mandiri berkomitmen menjadi mitra strategis bagi rumah sakit dan fasilitas kesehatan dalam mewujudkan pengelolaan limbah radioaktif yang aman, andal, dan sesuai regulasi.
Melalui layanan desain dan pembangunan IPAL Radioaktif ini, PT. RadPro Energi Mandiri turut mendukung peningkatan pelayanan kedokteran nuklir nasional sekaligus memastikan perlindungan masyarakat dan lingkungan dari potensi dampak paparan radiasi pengion. (yy)





